
RIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Ratusan massa aksi 2626 yang digelar oleh Forum RT/RW Kota Sukabumi bersama sejumlah elemen masyarakat masih melakukan unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah Kota Sukabumi.
Massa aksi sebelumnya berorasi di depan Balai Kota Sukabumi, mereka kini bergeser ke DPRD Kota Sukabumi. Mereka menuntut janji Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki.
Sebelumnya, kondisi memanas antara Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi dengan Forum RT/RW ini dipicu oleh respons Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, terhadap mayoritas tuntutan pengurus lingkungan, mulai dari kejelasan dana abadi, Program Pemberdayaan Rukun Warga (P2RW), hingga keterlambatan insentif.
Suasana pun semakin memanas setalah Ayep Zaki mempertanyakan legalitas Forum RT/RW yang dinilai harus memiliki akta notaris dan izin Kemenkumham, yang kemudian direspons sebagai penghinaan oleh para ketua RT/RW yang mengantongi SK resmi dari Lurah dan Camat.
Di tengah ketegangan aksi unjuk rasa ini, terdapat kisah haru yang menjadi sorotan.
Seorang difabel, Iyus Yusuf (63), asal Gang Ampera Kampung Ciaul, Kelurahan Cikole, Kecamatan Ciberem, Kota Sukabumi, terlihat tetap semangat mencari pundi rupiah dengan berjualan kopi, rokok dan air mineral.
Meski kondisi kaki sebelah kanannya diamputasi, Iyus nampak semangat berjualan untuk menghidupi keluarganya.
Iyus terlihat berjualan kopi menggunakan ATV yang dimodifikasi dilengkapi etalase mini dan juga tempat penyimpanan termos.
Iyus mengatakan, kakinya diamputasi pada tahun 2009 silam, saat itu ia ditabrak dari belakang oleh kendaraan hingga menyebabkan kakinya diamputasi.
Kondisi itu tidak membuat Iyus menyerah, ia memilih berjualan kopi keliling. Awalnya Iyus pernah mendapatkan bantuan kendaraan listrik untuk berjualan. Namun, di tahun 2022 ia tidak mempunyai biaya untuk mengganti baterai kendaraan listrik bantuan pemerintah tersebut.
Sampai akhirnya, ia membeli kendaraan ATV bekas dan memodifikasinya agar bisa dipakai berjualan kopi keliling.
“Ya, karena enggak bisa berjalan, dulu kecelakaan di terminal lama, saya lagi jalan kaki ditabrak sama mobil dari belakang,” ujar Iyus, terlihat masih bisa tertawa.
“Saya berjualan pakai ini (ATV) mah dari tahun 2022 aja. Jualannya nggak ke mana-mana sih, kelilingan di sini aja,” ucap Iyus.
Dalam sehari, sedikitnya 4 termos air panas dihabiskan Iyus untuk berjualan kopi. Setiap harinya, Iyus berjualan dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.
“Kalau begini ramai sih alhamdulillah empat termos mah habis,” kata Iyus.
Saat berjualan di tengah aksi unjuk rasa ini, Iyus terlihat sibuk melayani pembeli, mulai dari yang membeli kopi, roko, hingga air mineral.*
Sumber:
https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1174641/semangat-iyus-cari-rezeki-di-tengah-demo-di-sukabumi-kehilangan-kaki-tak-jadi-hambatan?utm_content=headline-secondary&utm_medium=widget
