TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG – Banyak ibu rumah tangga masih memiliki risiko tinggi mengalami sindrom metabolik akibat rendahnya kesadaran menjalani pola hidup sehat.

Kondisi ini ditandai dengan berat badan berlebih serta keluhan seperti sakit kepala, pegal-pegal, sesak napas, mudah lelah, sering buang air kecil, hingga mudah haus.

Temuan tersebut menjadi dasar Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi dan Sains Universitas Islam Bandung (UNISBA) bersama Fakultas Psikologi UNISBA menggandeng HealYourself.id menggelar program edukasi dan pendampingan kesehatan bagi ibu-ibu binaan HealYourself Community.

Ketua tim pengabdian masyarakat Unisba, Dr. Apt. Fitrianti Darusman, mengatakan edukasi mengenai sindrom metabolik selama ini masih banyak berfokus pada aspek medis. Padahal, kondisi psikologis juga berpengaruh terhadap kesehatan metabolik seseorang.

“Melalui program ini kami ingin mengajak peserta tidak hanya memahami penyakit, tetapi juga mengenali sinyal tubuh, memahami hubungan antara pikiran, emosi, dan kesehatan fisik sehingga mereka mampu membangun kebiasaan hidup sehat secara berkelanjutan,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Sementara itu, CEO HealYourself.id, Novie Ocktaviane Mufti, mengatakan mayoritas peserta merupakan ibu rumah tangga berusia 30 hingga 50 tahun dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Berdasarkan kondisi yang ditemui di lapangan, masih banyak peserta yang belum menerapkan pola hidup sehat.

“Hal ini terlihat dari berat badan yang overweight dan sering kali mengeluhkan sakit kepala, pegal-pegal, sesak napas, kelelahan, sering buang air kecil, serta merasa haus. Kondisi tersebut merupakan faktor risiko munculnya sindrom metabolik,” ujarnya.

Sindrom metabolik merupakan kumpulan faktor risiko yang dapat memicu penyakit tidak menular seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga stroke.

Dikatakannya, pola makan yang kurang sehat, minim aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, serta stres berkepanjangan menjadi penyebab yang saling berkaitan.

Program tersebut merupakan penerima Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPKM) LPPM UNISBA Tahun 2026. Berbeda dengan penyuluhan kesehatan pada umumnya, peserta menjalani pendampingan selama 28 hari.

“Pada awal kegiatan, peserta menjalani pemeriksaan berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh, tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, asam urat, serta skrining kesehatan mental untuk memetakan kondisi awal masing-masing peserta,” jelasnya.

Selanjutnya, peserta memperoleh edukasi mengenai sindrom metabolik, hubungan stres dengan gangguan metabolik, hingga pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

“Selama 28 hari, peserta diminta menerapkan pola hidup sehat dengan memantau pola makan, aktivitas fisik, waktu istirahat, serta kondisi emosional setiap hari.”

Seluruh perkembangan tersebut dicatat dalam lembar monitoring yang kemudian dievaluasi pada akhir program.

Di akhir pendampingan, peserta kembali menjalani pemeriksaan kesehatan untuk mengukur perubahan kondisi biologis dan psikologis setelah menerapkan pola hidup sehat. (*)

Sumber:
https://jabar.tribunnews.com/kampus-360/1177380/cegah-sindrom-metabolik-tim-pengabdian-unisba-dampingi-ibu-rumah-tangga-selama-28-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Yayasan Siaga Tanggap Peduli (SIGGAP). All rights reserved.