KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah berpotensi dilanda hujan lebat dan diterjang angin kencang pada Jumat (8/5/2026) dan Sabtu (9/5/2026).

BMKG menyampaikan, kondisi cuaca tersebut dapat berubah sewaktu-waktu dan perlu menjadi perhatian dalam perencanaan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi pohon atau dahan tumbang, baliho roboh, genangan, dan sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir,” terang BMKG dikutip dari Instagram resmi mereka.

Dinamika atmosfer Indonesia BMKG menerangkan, ada beberapa dinamika atmosfer yang memengaruhi cuaca hujan di Indonesia. Fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih berada di fase 2 (Indian Ocean) dan melewati beberapa wilayah.

Kemudian, terdapat Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial yang terjadi di berbagai lokasi, termasuk Sumatera hingga Papua. BMKG juga menerangkan adanya Bibit Siklon Tropis 92W yang diprediksi masih berada di Samudera Pasifik utara Papua.

Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sebesar 15 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa dengan arah gerak ke barat. Sirkulasi siklonik juga diprediksi terbentuk di perairan barat Laut Aceh, Selat Malaka bagian utara, perairan barat Bengkulu, Selat Makassar, dan Laut Banda. Lalu, BMKG menyebut ada daerah konvergensi dan konfluensi angin yang memanjang di beberapa lokasi.

Sementara itu, Monsun Australia diprediksi menguat dalam beberapa hari mendatang. Hal itu ditunjukkan oleh dominasi angin timuran pada pola angin zonal di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi itu berpotensi membawa massa udara yang lebih kering dari Australia ke wilayah Indonesia, sekaligus mengindikasikan bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan bertahap ke musim kemarau.

Prakiraan BMKG 8-9 Mei 2026 Dilansir laman BMKG, berikut ini prakiraan cuaca mengenai wilayah berpotensi hujan lebat dan angin kencang pada 8-9 Mei 2026:

Jumat, 8 Mei 2026

Hujan sedang-lebat:

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Bara,t Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua.

Hujan lebat-sangat lebat:

Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku.

Angin kencang:

Jawa Timur, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara.

Sabtu, 9 Mei 2026

Hujan sedang-lebat:

Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Pegunungan, Papua Selatan.

Hujan lebat-sangat lebat:

Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Papua Tengah.

Angin kencang:

Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/05/08/060000565/bmkg–ini-wilayah-berpotensi-hujan-lebat-dan-angin-kencang-8-9-mei-2026?source=personalisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Yayasan Siaga Tanggap Peduli (SIGGAP). All rights reserved.