KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Luapan Sungai Cikeruh masih menggenangi Jalan Raya Sapan, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Rabu 15 April 2026. Banjir telah merendam pemukiman serta akses jalan sejak Sabtu 11 April 2026 lalu. Sementara itu tanggul Sungai Cibanjaran di Desa Banjaran Kabupaten Bandung jebol menyebabkan remaja perempuan terbawa hanyut dan meninggal. Di Sapan, banjir tak hanya merendam jalan, permukiman, dan area pertanian, sekolah di wilayah itu pun tergenang banjir, di antara­nya SDN Sapan 3. Penjaga sekolah SDN Sa­pan 3, Yati Sumiati mengatakan, sekolah tergenang sejak Sabtu 11 April 2026 malam. “Berlaku pembelajaran jarak jauh atau daring sejak Senin 13 April 2026. Tinggi genangan sempat turun, tapi kembali naik Selasa 14 April 2026 petang,” ucap Yati, Rabu 15 April 2026. Permukiman di belakang sekolah itu juga tergenang. Menurut Yati, tinggi genangan di permukiman tersebut sekitar 1,5 meter di titik paling rendah. “Tidak kurang dari 100 rumah pada dua RT yang berbeda terdampak banjir,” ucap dia. Dia berharap, segera ada penanggulangan dari pemerintah untuk meminimalisasi banjir. Dalam hal sekolah, pihaknya berharap, pemerintah meninggikan fondasi berikut lantai bangunan. “Pak Bupati, Pak Camat sudah meninjau ke sini. Kami berharap, gedung sekolah dibangun lagi dengan lantai lebih tinggi sebagai antisipasi dari risiko banjir. Semoga, nanti anak-anak dapat belajar dengan nyaman, tanpa khawatir gedung sekolah kebanjiran,” ucap dia

Pantauan di lokasi Rabu 15 April 2026, tak banyak kendaraan yang menerobos genangan di Jalan Raya Sa­pan, hanya mobil boks maupun bak terbuka, serta delman. Sejumlah warga tampak menumpang delman, mobil, atau berjalan kaki. Sementara itu, tanggul Sungai Cibanjaran di Desa Banjaran Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung jebol pada Rabu sore. Seorang remaja perempuan berusia 18 tahun Ginasa Lintang Sari terperosok dan terbawa hanyut hingga ditemukan dalam kondisi me­ninggal dunia. Saksi Indra mengatakan, korban tengah berjalan di area tanggul saat peristiwa itu terjadi. Ketika ada bagian tanggul yang roboh, korban terperosok. “Saya segera loncat ke sungai untuk menyelamatkan korban,” katanya. Indra sempat menggapai tangan korban, namun karena arus deras, tangan korban terlepas. Sejumlah warga juga ikut loncat, termasuk ayah korban.

Kapolsek Banjaran AKBP Sudi Hartono mengatakan, korban ditemukan dalam kondisi meninggal di wilayah Ciparay. Sementara seorang lainnya yang mencoba me­nolong korban masih dalam pencarian. “Pa Agus tenaga sekuriti SMAN 1 Banjaran ikut loncat untuk menolong. Pa Agus sempat ke pinggir tapi hanyut lagi karena arus sungai yang amat sangat deras,” katanya Tanggul jebol juga terjadi di Sungai Cisunggalah Kampung Bojongkeusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Akibatnya, Sungai Cisunggalah meluap ke permukiman dan jalan lingkungan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, sekitar 190 keluarga tedampak tanggul jebol. Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung, Asep Mahmud menyampaikan, tanggul jebol Selasa 14 April 2026 sore. “Setidaknya sekitar 190 keluarga pada 3 RT di Kampung Bojongkeusik terdampak tanggul jebol. Kami melakukan penanganan darurat semenjak kemarin. Saat ini, fokus membersihkan lumpur. Tanggul yang jebol tengah ditangani Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung,” ucap dia.

Sumber
Artikel berjudul ” Banjir Kabupaten Bandung Meluas dan Tanggul Jebol Sebabkan Korban Jiwa di Sapan dan Banjaran “, selengkapnya dengan link: https://koran.pikiran-rakyat.com/news/pr-30310142929/banjir-kabupaten-bandung-meluas-dan-tanggul-jebol-sebabkan-korban-jiwa-di-sapan-dan-banjaran?page=2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Yayasan Siaga Tanggap Peduli (SIGGAP). All rights reserved.