PANGANDARAN, KOMPAS.com — Debur ombak Pantai Batuhiu, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, berpadu dengan suara pengunjung yang silih berganti memasuki kawasan konservasi penyu, Jumat (26/6/2026).

Di tempat itu, wisatawan tidak hanya datang untuk melihat penyu, tetapi juga belajar mengenai satwa laut yang dilindungi.

Lokasinya berada tak jauh dari bibir pantai, sekitar 10 meter. Pengunjung yang datang didampingi langsung pengelola dari Yayasan Raksa Bintana. Tidak ada tarif tiket khusus di kawasan tersebut. Wisatawan hanya diminta memberikan donasi seikhlasnya untuk membantu kegiatan pelestarian.

Di dalam area konservasi, pengunjung dapat melihat berbagai fase kehidupan penyu. Mulai dari tukik yang baru menetas hingga penyu berukuran besar yang sedang dirawat.

Sejumlah wisatawan tampak antusias bertanya kepada pengelola mengenai jenis penyu, proses penangkaran, hingga ancaman yang kerap dihadapi satwa laut tersebut di habitat aslinya.

Pengelola konservasi penyu Pantai Batuhiu dari Yayasan Raksa Bintana, Kurdys Zovansckha, mengatakan kawasan itu memang dibuka bukan hanya untuk pelestarian, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

“Tujuan kami bukan sekadar menjaga penyu tetap hidup, tapi juga mengenalkan pentingnya menjaga ekosistem laut kepada masyarakat sejak dini,” kata Kurdys.

Menurut dia, banyak pengunjung yang datang karena penasaran ingin melihat langsung proses konservasi penyu. Dari situ, pengelola sekaligus memberikan pemahaman mengenai siklus hidup penyu, proses penetasan telur, perawatan tukik, hingga pelepasliaran kembali ke laut.

Pengunjung juga diperbolehkan melihat lebih dekat penyu yang berada di kolam konservasi serta mengabadikan momen, dengan tetap mengikuti aturan dari pengelola.

Di kawasan tersebut terdapat beberapa jenis penyu yang dilindungi, di antaranya penyu hijau dan penyu sisik.

Salah seorang wisatawan asal Kota Bandung, Eriska (41), mengaku baru pertama kali datang ke lokasi konservasi penyu di Pantai Batuhiu.

“Saya tahu dari teman. Katanya di sini ada konservasi penyu, terus cari di Google dan akhirnya bawa anak ke sini. Bagus buat edukasi, apalagi jarang ada tempat seperti ini,” ucapnya.

Sumber:
https://bandung.kompas.com/read/2026/06/26/224342978/belajar-menjaga-laut-dari-konservasi-penyu-di-batuhiu-pangandaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

© 2026 Yayasan Siaga Tanggap Peduli (SIGGAP). All rights reserved.